Tidak sedikit dari kita merasa kurangnya waktu untuk menulis. Entah karena faktor padatnya pekerjaan setiap harinya ataupun urusan utama lainnya. Pertanyaannya, apakah benar demikian?
Padahal, jika dipikir baik-baik, setiap dari kita diberikan waktu 24 jam setiap harinya. Meski punya segudang kesibukan, logikanya kita tetap memiliki waktu luang untuk menulis -- apalagi jika menulis dengan gaya freewriting. Mengingat dengan gaya ini setidaknya kita bisa membuat satu tulisan dalam maksimal 1 jam.
Tidak hanya gaya freewriting, faktor-faktor lainnya turut berpengaruh terhadap produktivitas kita dalam menulis. Penasaran bagaimana cara mengatur waktu untuk menulis? Simak penjelasannya di bawah ini!
1. Temukan waktu terbaik dalam menulis
![]() |
| Photo by Lukas Blazek on Unsplash |
Nah, untuk menemukan waktu terbaik, kamu harus trial dan error dulu di awal. Mulailah dengan membuat to do list harian, dan alokasikan kegiatan menulis pada waktu luangmu, entah pagi atau malam hari. Anggaplah kamu akan punya to do list harian A dan to do list harian B. Yang pertama akan kamu uji coba untuk seminggu pertama. Dan jika tidak berhasil, kamu bisa mencoba to do list harian B untuk periode-periode berikutnya.
2. Tetapkan target menulis
![]() |
| Photo by Immo Wegmann on Unsplash |
Maka itu, buatlah target menulis sedetail mungkin. Berangkatlah dari target jangka panjang dulu baru kemudian dikerucutkan menjadi target jangka pendek. Misal, kamu punya target 100 karya puisimu dimuat di media massa nasional dan lokal dalam jangka 5 tahun ke depan. Itu berarti, setahunnya kamu harus bisa menargetkan 20 karya puisimu berhasil dipublikasikan. Bagi lagi menjadi per bulannya, ada sekitar 2-3 karya puisi yang harus dikejar publikasinya. Dari sini bisa diperkirakan bahwa setidaknya kamu perlu membuat 2 puisi per minggu agar bisa mengejar targetmu itu.
3. Jauhkan Diri dari Media Sosial
![]() |
| Photo by Jeremy Bezanger on Unsplash |
4. Dedikasikan Hidupmu untuk Menulis
![]() |
| Photo by Aaron Burden on Unsplash |




Tidak ada komentar:
Posting Komentar