Apa bedanya esai ilmiah dan esai populer?
Kalau ada lomba menulis esai, apakah itu berarti kita diminta untuk mengikutkan naskah esai ilmiah? Atau malah seharusnya esai populer?
Pernahkah kamu bertanya-tanya juga soal esai ilmiah dan esai populer? Dan suka bingung dalam membedakan keduanya?
Tidak perlu merasa khawatir, perasaanmu lumrah kok. Karena memang harus diakui, kita lebih sering mendengar kata "esai" ketimbang "esai ilmiah" dan "esai populer". Sehingga, begitu mendengar kedua cabang esai tersebut, kita akan merasa bingung dalam mengartikan masing-masing dari mereka.
Meski begitu, kamu tetap harus mengetahui perbedaan antara esai ilmiah dan esai populer, loh. Ini karena ketidaktahuanmu atas hal ini akan berpengaruh terhadap caramu dalam menyajikan naskah esai. Apalagi untuk kepentingan lomba atau mengirimkan naskah ke media massa. Bukannya lolos ke meja juri atau redaktur, yang ada naskahmu sudah dibuang ke tong sampah hanya dalam sekali pandang.
Tentu kamu tidak ingin mengalami hal seperti itu bukan? Maka itu, yuk ketahui bedanya esai ilmiah dan esai populer! Simak penjelasannya di bawah ini, ya!
1. Gaya Bahasa
Seperti kita ketahui, bedanya esai populer dan esai ilmiah terletak pada terma "populer" dan "ilmiah". Dan ternyata, kedua terma tersebut merujuk pada bagaimana cara kita dalam menyajikan naskah esai, yang dalam hal ini adalah gaya bahasa dalam tulisan.
Untuk esai ilmiah, berarti gaya bahasanya terkesan ilmiah. Ilmiah yang seperti apa? Ilmiah yang mengedepankan argumentasi berbasis fakta dan data. Misal, kamu ingin mengutarakan pendapat tentang evaluasi pendidikan di daerah 3T selama masa pandemi. Barangkali kamu sebelumnya sudah punya pendapat pribadi tentang topik tersebut. Nah, dalam esai ilmiah, pendapatmu sangat harus dikuatkan dengan pendapat tokoh terkait atau data statistik seputar itu.
Beda halnya dengan esai populer. Karena gaya bahasanya populer, maka sesungguhnya tidak akan apa-apa jika kamu tidak memaparkan banyak pendapat tokoh terkait atau data statistik pendukung. Hanya saja, kamu perlu merangkai kata-kata sedemikian rupa sehingga bisa meyakinkan pembaca untuk menyetujui argumentasimu itu.
2. Target Pembaca
Balik lagi ke soal terma "ilmiah" dan "populer". Ternyata kedua terma tersebut juga berpengaruh terhadap target pembaca. Pertanyaannya, kok bisa begitu?
Jadi begini ceritanya. Untuk esai ilmiah, karena sifatnya ilmiah, berarti target pembacanya adalah kalangan akademisi. Itu berarti, pemilihan kosakatanya lebih khusus sesuai dengan topik tulisan. Lebih terkesan intelektual.
Adapun esai populer, karena sifatnya populer, maka target pembacanya adalah masyarakat umum. Tidak terbatas pada pembaca yang itu-itu saja. Itu berarti, saat membuat esai populer, kamu harus memilih kosakata yang mudah dipahami pembaca. Lebih membumi.
3. Keterbacaan
Apa itu keterbacaan? Menurut hemat pandangan saya, keterbacaan adalah tolak ukur sebuah tulisan dapat dibaca dengan mudah dan cepat oleh pembacanya. Nah, dalam konteks esai, keterbacaan mengharuskan sebuah naskah esai agar dibuat seideal mungkin sehingga bisa sesuai dengan psikologis target pembacanya.
Untuk esai ilmiah, tidak menjadi hal besar ketika kamu membuat satu paragraf memenuhi hampir satu halaman tulisan. Bahkan, tidak masalah pula apabila satu paragraf terdiri dari belasan kalimat. Hal ini dikarenakan target pembacanya adalah kalangan akademisi, yang memang sudah lebih akrab dengan corat-coret ilmiah.
Beda sekali dengan esai populer. Dalam membuat esai satu ini, kamu benar-benar harus memerhatikan jumlah kalimat dalam satu paragraf. Kalau kata kebanyakan penulis esai populer, sebaiknya satu paragraf maksimal terdiri dari 5-6 kalimat. Dan sekurang-kurangnya ada 2 kalimat.
Kenapa bisa begitu? Karena target pembaca esai populer adalah masyarakat umum. Masyarakat umum lebih akrab membaca lewat handphone, yang memang psikologisnya lebih suka baca tulisan dengan kalimat yang tidak begitu panjang.
4. Judul Tulisan
Seringkali saya menjumpai judul tulisan pada esai ilmiah dengan menggunakan tanda ":". Mungkin bisa dibilang hampir semuanya? Di mana, semakin detail dan deskriptif judulnya, semakin tinggi pula kemungkinan naskah esai ilmiah tersebut untuk menang.
Sayangnya, judul tulisan seperti ini tidak terlalu berlaku pada esai populer. Ada pun mungkin jumlahnya masih sangat sedikit. Hal ini karena "hukum judul tulisan" pada esai populer berbanding terbalik dengan esai ilmiah. Pada esai populer, semakin sedikit jumlah kata pada judul dan clickbait, maka semakin tinggi pula peluang naskah untuk menang di perlombaan atau hati para juri lomba.
Karena balik lagi: target pembaca esai ilmiah dan esai populer berbeda. Tujuan pembaca esai ilmiah membaca naskahmu adalah untuk kebutuhan penelitian atau minimal menambah gagasan mereka dalam seputar topik yang menjadi minat mereka. Itu makanya judul tulisan dibuat sedetail mungkin. Sementara esai populer, pembacanya adalah masyarakat umum yang kebetulan lewat melihat karya tulismu lewat di depan mata mereka. Bukan membaca karena sudah ada tujuan di awal. Itu makanya judul tulisan yang pendek dan clickbait membuat mereka tertarik untuk membaca tulisan.
5. Penulisan Daftar Pustaka
Seperti sudah disinggung sebelumnya, esai ilmiah mengharuskan penulisnya untuk memaparkan argumentasi berbasis fakta dan data. Itulah sebabnya kamu saat membuat esai ilmiah harus melampirkan daftar pustaka. Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tulisanmu itu.
Esai populer di sisi lain, berisikan pendapat pribadi yang ditambahkan fakta dan data sebagai pendukung, bukan inti tulisan. Karena target pembaca esai populer juga masyarakat umum, untuk penulisan daftar pustaka tidak diwajibkan, bahkan lebih baik tidak ada (untuk tujuan estetika). Jika kamu hendak mengutip pendapat tokoh atau data statistik, cukup disebutkan dalam isi tulisan. Tidak perlu membuat lembar lampiran khusus daftar pustaka.
Itulah beberapa perbedaan antara esai ilmiah dan esai populer. Sebenarnya masih ada beberapa perbedaan lagi di antara kedua jenis esai tersebut. Namun akan saya tambahkan seiring berjalannya waktu dan pertanyaan-pertanyaan yang masuk.
Jika ada pertanyaan terkait esai populer, saya sangat terbuka untuk kesempatan ini. Terima kasih banyak sebelumnya karena sudah membaca tulisan ini. Have a nice day!





Tidak ada komentar:
Posting Komentar