Minggu, 24 April 2022

Mengenal Teknik Menulis Amati Tiru Modifikasi (ATM)

teknik menulis ATM
Photo by Green Chameleon on Unsplash

Siapa tidak kenal metode amati, tiru, modifikasi (ATM)? Penggunaannya begitu populer dan nyatanya memang memberi banyak manfaat bagi pelakunya. Meski lebih sering dikaitkan dengan riset bisnis, namun kini metode ATM sudah menjamah dunia kepenulisan, loh. Mungkin tidak sedikit dari kamu akan bertanya, "Kok bisa begitu? Bukannya menulis harusnya melibatkan proses kreatif, ya?"

Coba asumsikan seperti ini: Kamu tidak membiasakan diri untuk menulis setelah membaca buku atau sumber literatur lainnya. Bahkan bisa dibilang hanya menulis beberapa kali dalam sebulan. Saat menulis — bisa ditebak — kamu akan menemukan sejumlah kebuntuan bukan? Mulai dari bagaimana mengolah kosakata hingga mengalami writer's block. Bagi beberapa gelintir penulis profesional saja masalah-masalah tadi sudah lazim, apalagi buat mereka yang tidak rutin menulis.

Nah, metode ATM sekurang-kurangnya dapat membantu penulis mengatasi masalah-masalah lazim itu. Ini karena melalui metode ATM, penulis secara tidak langsung "menyalin" tulisan orang lain untuk dikembangkan menjadi gaya tulisannya sendiri. Bukan berarti plagiasi, melainkan memelajari untung-rugi dari teknik kepenulisan orang lain untuk diri sendiri.

Gagasan akan teknis menulis ATM ini tidak berangkat tanpa sebab kok. Karena sejatinya teknik ini berpangkal pada masing-masing metodenya, yaitu amati, tiru, dan modifikasi. Untuk penjelasan lengkapnya seperti apa, silakan simak tulisan di bawah ini:

1. Amati

teknik menulis amati
Photo by Mario Heller on Unsplash

Ini langkah pertama dan terpenting dari teknik menulis ATM. Karena dari sinilah kamu bisa mendapatkan gambaran akan tulisan yang bagus itu seperti apa. Mulai dari kosakata hingga kerapian tiap paragraf tulisan.

Butuh waktu tidak sedikit untuk melakukannya, minimal 30 menit atau 1 jam per hari dalam melakukannya. Kamu perlu membaca banyak tulisan dari seorang penulis profesional atau sebuah situs kredibel. Tidak membaca secara terburu-buru, tapi dinikmati dengan senang hati. Hal ini supaya ada waktu bagi otakmu dalam merekam tulisan secara utuh dan menyeluruh.  

Sekurang-kurangnya, ada tiga poin yang perlu kamu amati dalam tulisan karya penulis profesional atau sebuah situs kredibel, sebagai berikut:
  • Kesesuaian gaya tulisan dengan branding, apakah pembawaannya humoris, kaku, atau serius. Itu harus diperhatikan dengan cermat.
  • Kosakata unik. Kira-kira adakah kosakata unik dari tulisan tersebut yang belum pernah kamu lihat sebelumnya? Seperti misalnya, novel "Debu Cinta Bertebaran" dengan kosakata 'telinga meruncing'.
  • Cara merangkai paragraf. Perhatikan bagaimana target ATM-mu menempatkan inti pembahasan dalam tiap paragraf. Apakah satu paragraf dengan lainnya ide saling mengalir atau tidak. 

2. Tiru

teknik menulis tiru
Photo by freestocks on Unsplash

Sudah mengamati? Oke, berikutnya tirulah target ATM tulisanmu. Tapi, bukan berarti ditiru mentah-mentah ya, asal copy paste langsung jadi. Melainkan kamu tiru bagaimana target ATM tulisanmu dirangkai sedemikian rupa.

Mudahnya begini. Jika saat menulis kamu menemukan kebuntuan, lihatlah target ATM tulisanmu sebagai sumber inspirasi. Tulis sampai mentok. Buntu lagi. Lihat tetangga lagi. Lakukan seperti itu hingga kamu yakin bisa melakukannya tanpa perlu menengok target ATM tulisan lagi. 

3. Modifikasi 

Intinya, dalam proses meniru tadi, kamu modifikasi sedikit atau kembangkan menjadi gaya tulisanmu sendiri, sesuai apa yang mengendap dalam kepalamu. Dan setelah jadi, tulisan tersebut kamu modifikasi agar sesuai dengan kaidah kepenulisan (KBBI dan PUEBI).

Penutup

Belajar menulis lagi dari awal merupakan hal lumrah, jadi tidak perlu merasa takut apalagi malu. Jika pun benar kamu mengalami kejadian ini, solusi termudahnya adalah menerapkan teknik menulis ATM saat menulis. Amati, tiru, dan modifikasi tulisan penulis profesional atau situs kredibel hingga akhirnya kamu terbiasa, dan bisa melakukannya tanpa menggunakan metode ini lagi.

Semangat belajar menulis, dan selamat mencoba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

4 Tips Mengatur Waktu untuk Menulis

Tidak sedikit dari kita merasa kurangnya waktu untuk menulis. Entah karena faktor padatnya pekerjaan setiap harinya ataupun urusan utama lai...