![]() |
| Photo by Green Chameleon on Unsplash |
Siapa tidak kenal metode amati, tiru, modifikasi (ATM)? Penggunaannya begitu populer dan nyatanya memang memberi banyak manfaat bagi pelakunya. Meski lebih sering dikaitkan dengan riset bisnis, namun kini metode ATM sudah menjamah dunia kepenulisan, loh. Mungkin tidak sedikit dari kamu akan bertanya, "Kok bisa begitu? Bukannya menulis harusnya melibatkan proses kreatif, ya?"
Coba asumsikan seperti ini: Kamu tidak membiasakan diri untuk menulis setelah membaca buku atau sumber literatur lainnya. Bahkan bisa dibilang hanya menulis beberapa kali dalam sebulan. Saat menulis — bisa ditebak — kamu akan menemukan sejumlah kebuntuan bukan? Mulai dari bagaimana mengolah kosakata hingga mengalami writer's block. Bagi beberapa gelintir penulis profesional saja masalah-masalah tadi sudah lazim, apalagi buat mereka yang tidak rutin menulis.
Nah, metode ATM sekurang-kurangnya dapat membantu penulis mengatasi masalah-masalah lazim itu. Ini karena melalui metode ATM, penulis secara tidak langsung "menyalin" tulisan orang lain untuk dikembangkan menjadi gaya tulisannya sendiri. Bukan berarti plagiasi, melainkan memelajari untung-rugi dari teknik kepenulisan orang lain untuk diri sendiri.
Gagasan akan teknis menulis ATM ini tidak berangkat tanpa sebab kok. Karena sejatinya teknik ini berpangkal pada masing-masing metodenya, yaitu amati, tiru, dan modifikasi. Untuk penjelasan lengkapnya seperti apa, silakan simak tulisan di bawah ini:
1. Amati
![]() |
| Photo by Mario Heller on Unsplash |
- Kesesuaian gaya tulisan dengan branding, apakah pembawaannya humoris, kaku, atau serius. Itu harus diperhatikan dengan cermat.
- Kosakata unik. Kira-kira adakah kosakata unik dari tulisan tersebut yang belum pernah kamu lihat sebelumnya? Seperti misalnya, novel "Debu Cinta Bertebaran" dengan kosakata 'telinga meruncing'.
- Cara merangkai paragraf. Perhatikan bagaimana target ATM-mu menempatkan inti pembahasan dalam tiap paragraf. Apakah satu paragraf dengan lainnya ide saling mengalir atau tidak.
2. Tiru
![]() |
| Photo by freestocks on Unsplash |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar