Minggu, 17 April 2022

RESENSI BUKU #1: Awas, Serangan Musuh Sudah Ada di Mana-Mana!

 


Judul Buku            : Perang Kebudayaan
Penulis                  : Imam Ali Khamenei
Penerbit                : Penerbit CAHAYA
Tebal Buku            : 338 halaman
Cetakan                : Cetakan pertama, bulan April tahun 2005
ISBN                     : ISBN 979-3259-58-2

Sinopsis Buku:
Selama ini kita beranggapan bahwa perang hanya terjadi dalam bentuk fisik. Padahal, perang juga membidik alam bawah sadar manusia, yang dalam konteks buku ini adalah budaya umat Islam.

Terma 'perang budaya' sendiri tidaklah muncul tanpa sebab. Mengutip langsung dari sisi belakang buku ini, 'perang budaya' adalah serangan halus terhadap unsur kebudayaan lain dalam segi budaya, politik, atau ekonomi. Ini artinya, terma ini muncul karena efek negatif dari praktiknya sudah sangat dirasakan oleh umat Islam, walau sampai saat ini — sayangnya masih sering disangkal. Bahkan, berpotensi besar berlanjut sampai generasi-generasi di masa mendatang, secara tidak sabar mengubah poros peradaban ke Barat.

Isi Resensi:
Pada intinya, buku ini menceritakan kegundahan penulis dalam melihat fenomena akibat perang budaya terhadap kehidupan umat Islam terutama di Iran. Ini bisa dilihat langsung dari bagaimana perempuan saat ini berani meninggalkan hijab demi mewujudkan kata 'kebebasan'. Anak-anak tidak mengenal lagi kata hormat kepada kedua orang tuanya. Juga tindakan-tindakan lain yang 'menafikan' ajaran Islam, namun di saat bersamaan ikut merayakan kemenangan Barat.

Menurut penulisnya langsung, kebobrokan akhlak dan adab ini disebabkan sejumlah faktor, seperti ranah tanggung jawab ulama yang dipisahkan dari urusan politik dalam negeri, usaha terselubung Barat dalam menyebarkan semangat kapitalis dengan menyerang kebudayaan (sastra, budaya, dsb), diskursus tiada henti antara islam vs kebebasan, dan masih banyak perkara lainnya. 

Kelebihan Buku:
Penulis berhasil memaparkan masalah-masalah yang dihadapi umat Islam dalam rangkaian kata yang indah dan seolah-olah 'menyihir'. Dari segi penulisan teknikal, barang tentu buku ini bisa menjadi media pembelajaran tersendiri bagi para pembacanya.

Bicara soal isi sendiri, jelas buku ini memberikan informasi baru yang barangkali luput dari kebanyakan umat Islam (termasuk saya sendiri, in case). Bahwa, apa yang kita anggap lumrah di masa ini ternyata merupakan tanda keberhasilan Barat dalam melumpuhkan pilar-pilar adab dan etika kita.

Kekurangan Buku:
Narasi yang sama disampaikan terus secara berulang-ulang. Andai boleh berkata jujur, ibaratnya pembaca bisa menyelesaikan 338 halaman buku ini cukup dalam 50 halaman saja.  

Selain itu, semua pemaparan dalam buku ini terkesan terlampau subjektif. Hal ini karena hampir semua konklusi dalam buku ini tidak menyertakan data ril atau ilmiah sehingga kesannya menuding pihak Barat disebabkan faktor ketidaksukaan pribadi penulisnya semata. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

4 Tips Mengatur Waktu untuk Menulis

Tidak sedikit dari kita merasa kurangnya waktu untuk menulis. Entah karena faktor padatnya pekerjaan setiap harinya ataupun urusan utama lai...